Wakil Ketua DPRD PPU Tegaskan Segera Tuntaskan Proses Penerima Beasiswa

NUSANTARAKINI.co, PPU – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, melontarkan kritik tajam terkait penundaan penyaluran beasiswa bagi mahasiswa dan pelajar di wilayah tersebut.

Yusuf menyebut bahwa penundaan ini disebabkan oleh lambatnya langkah pemerintah dalam menyelesaikan regulasi yang diperlukan, sehingga berdampak pada ribuan mahasiswa dan murid yang kini harus menunggu beasiswa yang sudah dijanjikan.

Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak berlarut-larut dalam memproses regulasi, karena beasiswa tersebut sangat dinantikan oleh para penerimanya.

“Beasiswa kita ini, kalau beasiswa itu tertunda, salahnya di pemerintah yang menunda-nunda. Itu hanya membuat mahasiswa dan murid-murid menunggu,” ujar Yusuf dalam pernyataannya.

Ia mengungkapkan bahwa penundaan ini telah membuat banyak mahasiswa merasa khawatir karena mereka sangat mengandalkan beasiswa ini untuk melanjutkan pendidikan mereka. Beasiswa tersebut diharapkan bisa membantu meringankan beban finansial bagi pelajar dan mahasiswa yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

Yusuf menambahkan, penundaan ini dinilai sangat tidak perlu, karena proses regulasinya tidaklah serumit yang dibayangkan. Ia menyebutkan bahwa regulasi yang dibutuhkan untuk pencairan beasiswa seharusnya bisa diselesaikan dalam hitungan hari, asalkan pemerintah bekerja dengan serius dan tidak menunda-nunda.

“Untuk apa kita anggarkan beasiswa kalau akhirnya ditunda-tunda terus? Dan sebenarnya regulasinya tidak susah, kok,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa penundaan penyaluran beasiswa disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah terhadap urgensi kebutuhan pendidikan di PPU.

Beasiswa ini, lanjut Yusuf, merupakan salah satu program yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di PPU.

Dengan adanya beasiswa, banyak mahasiswa yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan ini tentu saja akan berdampak pada masa depan mereka serta pembangunan daerah. Namun, jika beasiswa terus tertunda, harapan untuk mencetak SDM yang berkualitas akan sulit tercapai.

“Itu hanya butuh dua atau tiga hari saja untuk selesai, asal dikerjakan dengan serius,” pungkasnya. (Adv/DPRDPPU)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang