nusantarakini.co, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti meningkatnya laporan kasus kekerasan di Kota Tepian.
Ia menilai bahwa angka yang tinggi tersebut tidak sepenuhnya menunjukkan hal negatif, melainkan mencerminkan semakin tingginya kesadaran dan keberanian masyarakat untuk melapor.
“Jadi, sebenarnya tidak apa-apa kasus banyak, asalkan masyarakat berani melapor, kasusnya diungkap, dan yang paling penting, diselesaikan,” tegasnya.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya tindaklanjut atas laporan tersebut agar tidak menjadi persoalan yang berlarut-larut.
“Jangan sampai kasusnya banyak tapi tidak diselesaikan. Itu bisa menjadi bom waktu,” ujarnya mengingatkan.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat agar sistem yang telah dibangun dapat berjalan secara efektif.
“Regulasi sudah ada, sistem sudah berjalan, tapi kalau masyarakat tidak teredukasi, tetap tidak akan efektif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Politikus Partai Demokrat ini menekankan perlunya keberadaan rumah aman yang ideal sebagai bagian dari sistem perlindungan terhadap korban.
“Idealnya rumah aman berada di lingkungan yang steril, ada satpam, bahkan ada komisaris seperti rumah sakit. Akses terhadap layanan juga harus tersedia agar korban bisa mendapat pendampingan dan rehabilitasi secara menyeluruh,” jelasnya.
Komisi IV DPRD Samarinda kata dia, akan terus mendorong peningkatan perlindungan bagi korban kekerasan serta memastikan penanganannya dilakukan secara serius dan menyeluruh. (N/ADV/Rangga)






