nusantarakini.co, PPU – Alih fungsi Alun-Alun Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai pusat kegiatan seni dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dinilai kurang tepat oleh Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor.
Ia sejak awal telah menyarankan agar kegiatan tersebut tidak lagi digelar di lokasi yang berdekatan dengan pusat perkantoran pemerintahan. Menurutnya, kawasan Alun-Alun seharusnya difungsikan sebagaimana peruntukannya, bukan menjadi area aktivitas keramaian.
“Kalau dipindah kan saya sudah menyarankan dari awal, yang sudah ada di Alun-alun ini kan kurang pas menurut saya, karena itu kan kantor pemerintahan,” ujar Syahrudin saat ditemui usai mengikuti kegiatan DPRD.
Usulan pemindahan ini, menurutnya, bukanlah wacana baru. Bahkan sejak awal kegiatan seni dan UMKM mulai marak digelar di kawasan tersebut, ia sudah menyampaikan pandangannya secara terbuka kepada pemangku kebijakan.
Ia menilai kawasan pemerintahan semestinya tidak dijadikan tempat utama bagi kegiatan keramaian publik, karena berpotensi mengganggu fungsi dan citra kelembagaan.
“Menurut saya itu sebaiknya dipindahkan. Itu dari awal sudah saya sampaikan. Kalau itu mau dilakukan, ya itu lah yang pas,” lanjutnya.
Alternatif lokasi yang lebih layak, menurutnya, adalah Stadion PPU yang memiliki luas lahan memadai dan masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Syahrudin menilai, kawasan tersebut justru berpotensi besar menjadi ruang publik multifungsi yang bisa menampung aktivitas ekonomi dan olahraga secara bersamaan.
“Karena stadion PPU itu luas wilayah lahannya itu tidak dimanfaatkan secara baik. Padahal di situ kemarin kalau mau saya dibangun jogging track,” ujarnya memberi ilustrasi.
Ia membayangkan kawasan stadion sebagai ruang hidup yang tidak hanya digunakan untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga bisa menjadi pusat kebugaran masyarakat, sekaligus mendukung perputaran ekonomi pelaku UMKM.
“Jadi kalau pagi itu kita bisa olahraga, kemudian ada UMKM, jadi kalau haus bisa minum dan kalau lapar bisa makan. Jadinya olahraga jalan, UMKM juga jalan,” pungkas Syahrudin. (ADV)






