Sujiati Soroti Kendala Bibit di Program Brigade Pertanian, Khawatir Momentum Tanam Terlewat

 

nusantarakini.co, PPU – Masa tanam yang ideal bisa lewat begitu saja bila kesiapan logistik tak berjalan seiring. Itulah kekhawatiran yang kini disampaikan Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, saat menyoroti pelaksanaan Program Brigade Pertanian yang belum sepenuhnya berjalan mulus.

“Memang masih ada yang harus kita sedikit koreksi terkait program brigade. Tadi baru saja disampaikan oleh teman-teman di lapangan, karena bibit dari brigade belum hadir,” ujarnya.

Program brigade, yang sejatinya dirancang untuk mempercepat proses tanam dengan bantuan alat dan distribusi benih, saat ini justru terkendala pada tahapan krusial: keterlambatan distribusi bibit. Hal ini menjadi sorotan karena sebagian besar petani di PPU hanya mengandalkan tadah hujan sebagai sumber irigasi utama.

“Yang kita khawatirkan, ketika bibit itu nanti datang kita enggak bisa tanam, karena kita hanya mengharapkan tadah hujan,” tegas Sujiati.

Menurutnya, waktu tanam menjadi faktor penentu dalam keberhasilan musim tanam kedua (MT 2). Jika terlalu lambat, tanah yang mulai kering dan curah hujan yang menipis akan menyulitkan proses budidaya dan berisiko gagal panen.

“Kalau di bulan 6 atau 7 jelas kita sudah enggak bisa tanam karena kering. Tetapi kalau saat ini, saat yang tepat untuk kita melakukan penanaman,” lanjutnya.

Sujiati menyampaikan bahwa saat ini sebagian lahan pertanian di PPU sudah dalam proses pengolahan. Namun tanpa kehadiran benih secara tepat waktu, petani tidak bisa melangkah ke tahap berikutnya. Kekosongan ini membuat kekhawatiran tumbuh di kalangan petani.

“Jadi, makanya kendala masyarakat kita saat ini adalah di benih. Ini tanah sudah mulai diolah, tetapi benihnya belum ada. Jadi para petani ini meminta diadakan diskusi terkait benih ini,” ucapnya.

Menjawab persoalan ini, Sujiati menyatakan komitmennya untuk mendorong komunikasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, agar rantai distribusi bibit bisa diselesaikan sesegera mungkin sebelum musim hujan berakhir.

“Makanya nanti juga kita komunikasikan kembali ke kementerian, agar gimana bibit ini dapat segera hadir,”katanya. (ADV)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang