nusantarakini.co, PPU – Kawasan Petung di Penajam Paser Utara (PPU) kembali menjadi titik perhatian dalam agenda reses Ketua Komisi II DPRD, Thohiron. Di wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra kegiatan ekonomi masyarakat ini, ia menerima banyak masukan seputar infrastruktur dasar dan kebutuhan alat produksi bagi pelaku usaha mikro.
Aspirasi warga, menurutnya, sangat konkret dan menggambarkan urgensi layanan publik yang belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kemudian, lampu PJU masih ada yang belum ada. Kemudian ada sebagian jalan yang belum selesai, sebagian kecil saja sebenarnya. Cuma itu kan kelihatan,” kata Thohiron.
Penerangan jalan umum (PJU) yang belum terpasang menyeluruh menjadi catatan penting. Meski hanya sebagian titik, ketiadaan lampu PJU tetap berdampak pada kenyamanan dan keamanan warga, terutama saat malam hari.
Ia juga mencatat masih ada ruas jalan kecil yang belum dirampungkan. Kendati skalanya tidak besar, kondisi tersebut tetap menjadi sorotan masyarakat karena terlihat langsung dalam aktivitas harian mereka.
Namun bukan hanya infrastruktur yang menjadi permintaan warga. Thohiron juga mencatat tingginya aspirasi terkait kebutuhan alat-alat produksi bagi pelaku UMKM. Kelompok-kelompok usaha, terutama yang dikelola oleh perempuan, banyak yang meminta dukungan berupa peralatan sederhana agar kegiatan produksi mereka bisa lebih maksimal.
“Selain itu, bantuan alat saja: pertukangan, alat masak, dan alat kue untuk produksi UMKM,” ujarnya.
Kawasan Petung sendiri memang dikenal sebagai wilayah strategis, dekat dengan pasar dan akses transportasi, sehingga menjadi pusat berkembangnya aktivitas UMKM. Kondisi ini, menurut Thohiron, harus dijawab dengan kebijakan yang mendukung secara langsung.
Bantuan peralatan, menurutnya, menjadi bentuk intervensi yang paling dibutuhkan saat ini karena langsung menyentuh produktivitas pelaku usaha.
“Di Petung itu banyak UMKM-nya karena wilayahnya strategis, dekat dengan pasar,” kata dia. (ADV)






