nusantarakini.co, SAMARINDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dilaksanakan di delapan sekolah di Kota Samarinda mendapat tanggapan kritis dari masyarakat dan DPRD. Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyatakan bahwa aspirasi warga lebih mengarah pada kebutuhan dasar lain, seperti akses terhadap pendidikan yang lebih terjangkau.
“Iya, kami sudah menerima aspirasi dari masyarakat. Mereka tidak membutuhkan makan gratis, tapi lebih memerlukan pendidikan gratis,” ujar Samri. Senin (14/04/2025)
Ia menyebutkan bahwa program MBG masih menimbulkan kontroversi di tengah publik. Meski program ini bertujuan meningkatkan gizi pelajar, namun menurutnya, alokasi anggaran justru bisa lebih bermanfaat jika dialihkan ke sektor pendidikan.
“Kalau pemerintah mau merevisi program ini, kami setuju. Anggarannya bisa dialihkan ke program lain, misalnya pendidikan gratis, yang lebih masuk akal,” tambahnya.
Komisi I DPRD Samarinda berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan tersebut agar anggaran yang dikeluarkan pemerintah benar-benar efisien dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus mengawal kebijakan ini agar anggaran yang digunakan benar-benar efisien dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga Samarinda,” pungkasnya.
Program MBG ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Namun demikian, implementasinya di daerah-daerah memerlukan evaluasi agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat setempat. (ADV/Rangga)






