Petani Waru Minta Kebebasan Memilih Merek Bahan Bakar yang Sesuai untuk Kebutuhan Mesin Pertanian

NUSANTARAKINI.co, PPU – Petani di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU), kembali menyuarakan aspirasi mereka untuk memiliki kebebasan dalam memilih merek bahan bakar yang digunakan pada mesin-mesin pertanian.

Permintaan ini muncul setelah pengalaman mereka menunjukkan bahwa tidak semua bahan bakar yang disediakan sesuai dengan kebutuhan operasional mesin yang mereka miliki.

Beberapa merek dinilai kurang memberikan hasil yang optimal dan justru berdampak negatif pada performa mesin mereka.

Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq Rahman, menyatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi dari para petani di Waru, yang merasa kurang puas dengan merek tertentu yang diberikan kepada mereka.

“Di Waru, ada kasus di mana salah satu produk bahan bakar tidak memberikan hasil maksimal bagi petani, jadi mereka menolak merek tertentu,” ungkap Ishaq.

Menurutnya, petani di Waru telah memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahan bakar yang terbaik untuk mesin mereka, sehingga ketika mereka menemukan bahan bakar yang tidak sesuai, mereka tidak segan untuk menyuarakan ketidakpuasan tersebut.

Permintaan petani ini bukan tanpa alasan. Penggunaan bahan bakar yang sesuai menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja dan keawetan mesin pertanian.

Bahan bakar yang tidak sesuai sering kali mengakibatkan mesin tidak bekerja optimal dan bahkan bisa menimbulkan masalah teknis pada alat-alat pertanian.

Kondisi ini dapat mengurangi efisiensi kerja petani, terutama ketika musim tanam sedang berlangsung dan produktivitas menjadi prioritas utama.

Ishaq mengapresiasi kesadaran petani Waru yang kini semakin memahami kebutuhan alat-alat pertanian mereka.

“Petani sekarang pintar, mereka tahu mana produk yang baik untuk mesin mereka. Mereka juga ingin punya pilihan, jangan sampai hanya satu merek yang turun,” tutupnya. (Adv/DPRDPPU)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang