Perubahan Pola Pikir Petani Tak Bisa Instan, Edukasi Jadi Kunci Keberhasilan MT 2

 

nusantarakini.co, PPU – Perubahan dalam pertanian bukan hanya soal alat, pupuk, atau bibit. Dalam banyak kasus, tantangan terbesarnya adalah merombak cara berpikir dan kebiasaan yang sudah mengakar puluhan tahun. Hal ini disadari betul oleh Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, saat mendampingi para petani menyongsong masa tanam kedua (MT 2) di wilayahnya.

“Tetapi ini sedikit-sedikit sudah mulai berubah pola itu. Memang enggak bisa semudah membalik tangan untuk merubah pola pikir petani kita,” ujar Sujiati.

Ia menyadari bahwa pendekatan transformasi pertanian tak bisa diburu-buru. Pola pikir petani terbentuk dari pengalaman panjang, dari iklim lokal, hingga kearifan yang diwariskan lintas generasi. Maka ketika pemerintah atau DPRD mendorong pendekatan baru—baik dari sisi teknologi, pupuk, maupun pola tanam—harus disertai kesabaran dan pemahaman yang dalam.

“Butuh edukasi yang panjang dan memberikan pemahaman yang mendalam. Tetapi kita sudah mulai sih progresnya,” kata Sujiati.

Ia mencontohkan, di beberapa titik seperti Babulu dan Gunung Mulia, sejumlah petani sudah mulai berani melakukan pengolahan tanah tanpa harus menunggu batang padi membusuk sepenuhnya. Pendekatan ini dilakukan setelah diberikan pemahaman mengenai penggunaan kapur pertanian dan anti-jamur sebagai alternatif percepatan proses olah tanah.

“Makanya ini kita coba pelan-pelan berikan pemahaman dan berikan support, seperti kapur dan anti jamur, sehingga mereka sudah mulai menanam. Makanya di MT 2 ini semoga berhasil dengan kita tetap dampingi,”ujarnya.

Bagi Sujiati, keberhasilan MT 2 tahun ini bukan hanya soal hasil panen, melainkan soal apakah pola pendampingan mampu menghasilkan perubahan cara bertani yang lebih adaptif. Ia meyakini bahwa kunci suksesnya terletak pada konsistensi pemerintah dan keterlibatan langsung para penyuluh serta legislatif dalam memberi contoh nyata di lapangan.

Ia menegaskan bahwa petani bukan kelompok yang sulit berubah. Justru, jika diberi ruang dialog dan contoh keberhasilan, mereka akan menjadi agen perubahan paling cepat. Karena bagi petani, tanah adalah hidup mereka, dan setiap keberhasilan panen adalah bukti kebenaran dari metode yang digunakan.

Sujiati menyampaikan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada instansi teknis untuk mengawal proses MT 2 ini dari hulu ke hilir. Mulai dari penyediaan benih tepat waktu, bantuan input seperti kapur dan fungisida, hingga memastikan pasar bagi hasil panen petani.

“Kalau kita dampingi dari awal, hasilnya bukan cuma panen bagus, tapi juga petani yang lebih percaya diri mencoba cara baru,” pungkasnya. (ADV)

  • Related Posts

    Haryono Soroti Komunikasi OPD-Masyarakat, Minta Kolaborasi Lebih Masif dan Tepat Sasaran

      nusantarakini.co, PPU – Di tengah kompleksitas pembangunan daerah dan derasnya aspirasi masyarakat dari bawah, relasi antara pemerintah dan warga dituntut berjalan lebih dari sekadar formalitas. Menurut Anggota DPRD Penajam…

    Dorong Produktivitas, DPRD PPU Fokus Pada Pengembangan Tambak Labangka

    NUSANTARAKINI.co, PPU – Pengembangan infrastruktur di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berlanjut, dengan perhatian khusus pada sektor perikanan dan kelautan. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pengembangan Tambak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang