nusantarakini.co, Samarinda – Upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan makin serius dilakukan. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. DPRD Kota Samarinda pun kini tengah memacu penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengungkapkan bahwa pembahasan Raperda tersebut sudah mencapai sekitar 80 persen. Meski sempat tertunda akibat banyaknya hari libur nasional dan cuti bersama dalam beberapa bulan terakhir, proses penyusunan tetap berjalan secara bertahap.
“Progresnya sudah sekitar 80 persen. Sebenarnya tinggal menyempurnakan beberapa pasal dan memperdalam substansi yang berkaitan langsung dengan pelaku usaha dan masyarakat,” ujar Viktor beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, penyusunan Raperda ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pelaku usaha wisata, hingga tokoh adat. Semua masukan yang dihimpun akan dijadikan bahan untuk merumuskan regulasi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan lapangan.
Viktor menegaskan, pihaknya terbuka terhadap diskusi informal agar aspirasi tidak hanya berhenti di forum resmi. Langkah ini dinilai penting demi mempercepat pembahasan sambil menjaga kualitas produk hukum yang akan dihasilkan.
“Kita tidak hanya terpaku pada rapat resmi. Kalau perlu, kita adakan diskusi di luar jadwal supaya pembahasan tetap produktif,” ungkapnya.
Awalnya, Raperda ini ditargetkan rampung pada 18 Juni 2025. Namun, DPRD mempertimbangkan kemungkinan perpanjangan waktu jika diperlukan, agar seluruh aspek penting dapat dimasukkan dengan matang.
Ia menegaskan, regulasi ini tak hanya akan mengatur destinasi wisata, tetapi juga menekankan pelestarian budaya, kemudahan investasi, hingga penyediaan infrastruktur pendukung seperti transportasi.
“Ini bukan cuma soal wisata. Ini soal arah pembangunan Samarinda ke depan. Kita ingin Samarinda dikenal bukan karena tambang, tapi karena pariwisatanya,” tutup Viktor. (N/ADV/Ra)






