nusantarakini.co, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahroni, menyoroti kondisi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di Kota Tepian. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam upaya peningkatan fasilitas pendidikan.
Novan menjelaskan bahwa alokasi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda untuk sektor pendidikan belum mencukupi seluruh kebutuhan yang ada. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) masih berupaya menyelesaikan pembangunan beberapa sekolah yang membutuhkan dana besar.
“Alokasi 20 persen anggaran pendidikan hanya bisa digunakan untuk beberapa infrastruktur, seperti pembangunan sekolah terpadu dan renovasi besar-besaran pada beberapa sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkot Samarinda saat ini masih fokus menyelesaikan pembangunan sekolah yang sedang berlangsung, dengan target rampung pada awal tahun ajaran baru.
“Untuk sekolah terpadu, anggarannya masih cukup besar karena harus menyelesaikan semua aspek, mulai dari interior hingga sarpras penunjang lainnya,” tambahnya.
Salah satu sekolah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Samarinda. Menurut Novan, usia bangunan sekolah tersebut sudah mencapai 30 tahun dan perlu dilakukan peremajaan guna memastikan keamanan serta kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik.
“SMPN 4 Samarinda bangunannya sudah berusia 30 tahun, jadi perlu diperhatikan. Kita tidak tahu bagaimana kondisi keamanannya saat ini,” katanya.
Novan berharap permasalahan infrastruktur pendidikan di Samarinda dapat segera ditangani secara bertahap oleh pemerintah, mengingat masih banyak bangunan sekolah yang sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan.
“Bangunan yang sudah tidak layak, seperti plafon bocor dan kerusakan lainnya, sangat memprihatinkan. Harapannya, pemerintah bisa segera memperbaikinya secara bertahap,” pungkasnya. (Adv/Rangga)






