Kopi Liberika Di Kutim Menjadi Andalan Kaltim

NUSANTARAKINI.co, KUTAI TIMUR – Kopi liberika sekitar 25 hektar menjadi salah satu tanaman unggulan yang berada di desa suka rahmat kecamatan teluk pandan yang berada di kawasan Goa Cullang Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur. Minggu  (28/07/2024).

Kelompok tani didaerah tersebut memberi nama untuk kopi yang memiliki ciri khas aroma menyengat dan tajam ini ialah kopi liberika. Dalam satu kali panen biasanya kelompok tani dapat menghasilkan satu sampai tiga ton kopi yang sudah siap di seduh.

Pemilik kebun kopi goa cullang sekaligus ketua kelompok tani kopi desa suka rahmat, Ruslan, Mengatakan bahwasanya sejak tahun 1986-1997 dirinya telah melakukan riset kopi yang cocok untuk ditanam di kutai timur dari arabika.

“robusta yang terakhir liberika cocok didaerah rendah. Jadi mulai menanam kopi liberika di tahun 2007 di desa suka rahmat hingga sekarang tinggal menikmati 25 hektar hasil kebun kopi”, ucap Ruslan.

Ia juga menyampaikan Untuk harga kopi labrika berkisar Rp.40.000/grimbin yang siap seduh Rp.165.000/kg untuk pemasaran baru sampai wilayah Kalimantan yang sudah disiapkan untuk tembus sampai skala nasional dan juga dirinya berharap kelompok taninya menjadi salah satu unggulan di Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, perkebunan kopi ini juga sebagai penunjang ekonomi sekitar karena masyarakat sekitar yang menjadi pekerja juga ikut merasakan kebun kopi laberika goa cullang, selain dari pada itu madu kelulut juga bagian dari pengelolaan area kebun kopi dengan memanfaatkan nektar dari kopi sehingga selain kopi juga menghasilkan madu.

Mahasiswa KKN Unmul, Hafizh, mengatakan bahwasanya kualitas dari kopi laberika goa cullang tidak kalah jauh dibandingkan kopi-kopi yang lainnya.

“Saya merasakan nikmatnya kopi liberika goa cullang itu kualitasnya tidak kalah jauh dari kopi yang lain terlebih lagi dinikmati menggunakan madu dan susu, hanya saja kopi goa cullang harus ekstra diperkenalkan secara luas maka bukan hanya masyarakat Kalimantan saja yang merasakan”, Ungkapnya.

Hafizh juga mengungkapkan bahwa dirinya sebagai mahasiswa merasa kagum karena telah menikmati sekaligus merasakan kualitas dari kopi liberika.

“Sebagai mahasiswa saya kagum melihat perjalanan panjang puluhan tahun untuk menemukan kopi yang cocok ditanam di kutai timur itu perlu kesabaran juga ketelitian dalam mengelolah”, tutupnya.

  • Related Posts

    Desa Kaliorang Raih Penghargaan Anugerah Desa Membangun Kaltim 2024

      NUSANTARAKINI.co, SAMARINDA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Etam Sejahtera dari Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, meraih penghargaan juara pertama untuk kategori produk unggulan desa pada…

    1.526 Masih Menganggur, KAHMI Malinau Dukung Program Pemkab, Dorong Peningkatan Kualitas SDM

    NUSANTARAKINI.co, MALINAU – Usai dilantik, MD KAHMI Malinau melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Seminar Politik dan Kebangsaan, pada Rabu (31/7/2024), di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau. Di mana,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang