nusantarakini.co, SAMARINDA – Pameran akbar Kaltim Expo 2025 resmi digelar di Convention Hall Samarinda, 26–30 Agustus, menampilkan ratusan pelaku usaha lokal mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), UMKM, hingga komunitas kreatif. Ajang tahunan ini menjadi momentum penting bagi dunia usaha di Kalimantan Timur.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai penyelenggaraan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena lebih mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah provinsi.
“Gelaran ini sangat luar biasa, apalagi dijalankan tanpa sepenuhnya bergantung pada dana pemerintah. Itu artinya, pelaku usaha kita semakin berani berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Viktor, Senin (01/9/2025).
Menurutnya, kemandirian tersebut menjadi nilai tambah karena mendorong pelaku usaha untuk lebih kreatif, kompetitif, dan melahirkan produk yang siap bersaing di pasar luas.
“Expo ini harus jadi motivasi bagi BUMDes dan UMKM. Tingkatkan kualitas produk agar bisa diterima bukan hanya di pasar lokal, tapi juga di level nasional,” jelasnya.
Lebih dari sekadar ajang promosi, Kaltim Expo juga menjadi ruang belajar. Para peserta bisa melihat tren usaha dari berbagai daerah, lalu mengadaptasi ide-ide baru untuk dikembangkan di wilayah masing-masing.
“Interaksi langsung dengan pelaku usaha lain itu penting. Mereka pulang bukan hanya bawa produk, tapi juga bawa pengalaman dan gagasan baru,” tambah Viktor.
Ia menekankan, pengalaman semacam ini akan membangun kepercayaan diri UMKM dan BUMDes. Dengan mental yang lebih kuat, mereka diyakini mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional.
Bagi pemerintah, expo ini juga menjadi tolok ukur pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Potensi lokal yang ditampilkan dapat dijadikan dasar kebijakan lanjutan dalam mendukung pengembangan UMKM.
“Kalau kegiatan seperti ini konsisten digelar, UMKM dan BUMDes kita akan makin kokoh. Pada akhirnya, masyarakat juga yang merasakan dampak kesejahteraannya,” tutup Viktor. (NK/ADV/Rangga)






