nusantarakini.co , PPU – Anggota Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedy, menilai kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan perlu dibangkitkan kembali dengan pendekatan kepemimpinan yang lebih tegas dari pemerintah daerah.
Ia mengusulkan agar budaya gotong royong dihidupkan lagi melalui instruksi berjenjang dari kepala daerah hingga ke tingkat RT.
“Harus ada penegasan pemerintah ke tingkat bawah. Misalnya dari Bupati ke Camat, nanti dari Camat ke Kelurahan dan Desa, dari Desa ke RT. Harus tegas. Minta setiap pagi melakukan gotong royong. Kan dulu begitu kita. Sekarang kita terlalu manja,” tegas Jhon.
Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai respons atas lambannya perubahan perilaku masyarakat dalam mendukung program kebersihan dan pengelolaan sampah, termasuk minimnya partisipasi terhadap bank sampah dan gerakan memilah sampah dari rumah.
Jhon mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kerja pemerintah semata. Menurutnya, masyarakat memiliki peran krusial dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan program yang telah dijalankan pemerintah.
“Kalau masyarakat itu bersatu mendukung programnya pemerintah untuk mendukung pembangunan, semua sisinya itu terjadi. Pemerintah berbuat, masyarakat yang merawat,” lanjutnya.
Ia mencontohkan bagaimana semangat gotong royong yang dulu menjadi tradisi, kini perlahan memudar karena berbagai faktor, termasuk kenyamanan modern dan minimnya inisiatif lokal. Padahal, menurutnya, gotong royong adalah instrumen sosial paling efektif untuk menanggulangi persoalan lingkungan secara kolektif, terutama soal kebersihan. (ADV)






