nusantarakini.co, SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menegaskan komitmennya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pembinaan.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyebut langkah ini penting karena masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami prinsip dasar manajemen usaha dan tata kelola keuangan.
Menurut Helmi, tantangan terbesar UMKM terletak pada lemahnya manajemen dan pencatatan keuangan. Dua aspek ini kerap terabaikan karena tidak semua pelaku usaha memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau pengalaman bisnis profesional.
“UMKM ini datang dari berbagai latar belakang. Tidak semua berkuliah di fakultas ekonomi, bahkan ada juga yang tidak kuliah. Jadi wajar kalau tidak semua mengerti manajemen yang baik,” ujarnya, Jum’at (05/9/2025).
Sebagai tindak lanjut, DPRD Samarinda akan mendorong pelaksanaan pembinaan bagi pelaku UMKM. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis, mulai dari pencatatan pembukuan sederhana hingga strategi pengelolaan usaha agar lebih terarah.
Helmi optimistis, dengan pembinaan yang tepat, UMKM lokal dapat meningkatkan daya saing sekaligus memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
“Pembinaan ini penting supaya mereka bisa mengetahui bagaimana cara membuat pembukuan, memanajemen usaha, dan punya tujuan yang jelas untuk maju ke depan,” pungkasnya. (NK/ADV/Rangga)






