nusantarakini.co, PPU – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Penajam Paser Utara (PPU) mulai memasuki babak penting. Wakil Ketua DPRD PPU, Syahrudin M Noor, menegaskan pentingnya penyusunan RPJMD agar tidak melenceng dari kerangka pembangunan nasional dan provinsi, terlebih dalam konteks Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang akan berdiri tak jauh dari wilayah PPU.
“Jadi supaya kita tidak salah melangkah nanti, ya saya kira kita juga harus merujuk RPJM Nasional supaya sinergi. Jadi semua kita adopsi supaya bisa paripurna isinya nanti,” ujar Syahrudin dalam keterangannya usai menerima rancangan awal RPJMD dari pemerintah daerah.
Rancangan awal RPJMD itu, menurut dia, sudah diserahkan secara resmi ke DPRD dan dibahas dalam rapat paripurna. Setelah pembahasan dan penyepakatan, rancangan tersebut akan kembali dibawa ke rapat paripurna lanjutan untuk dilanjutkan ke tahap pengkajian melalui pembentukan panitia khusus (pansus).
“Tadi rancangan awalnya sudah saya terima, makanya ada rapat paripurna. Nanti setelah kesepakatan, ada rapat paripurna lagi. Setelah itu masuk pengkajian pansus,” lanjutnya.
Syahrudin menggarisbawahi bahwa rancangan awal yang telah diterima itu akan mengalami penyesuaian signifikan. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengubah struktur RPJMD dari yang sebelumnya terdiri dari sembilan bab menjadi hanya empat bab. Perubahan ini tentu mempengaruhi isi dokumen dan memaksa pemerintah daerah untuk menyesuaikan secara lebih ringkas dan fokus.
“Yang jelas, yang diserahkan di awal ini berubah karena di Mendagri tadi ini dia sudah membuat rancangannya tadi itu 9 bab. Setelah dari Kemendagri menjadi 4 bab saja, tentu isinya agak dipress lagi nanti,” ungkapnya.
DPRD sendiri diberi waktu selama sepuluh hari untuk menelaah dan mengkaji secara menyeluruh isi rancangan tersebut. Dalam proses itu, dewan juga akan memberikan masukan terhadap pengembangan potensi wilayah dan integrasi dengan proyek strategis nasional seperti Bandara VVIP, jalan nasional, serta keberadaan IKN. (ADV)






