nusantarakini.co, SAMARINDA – Persoalan distribusi air bersih kembali mencuat sebagai salah satu perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Anggota Komisi III, Elnatan Pasambe, menegaskan bahwa pemerataan layanan air bersih masih belum tercapai, khususnya di wilayah Palaran dan Loa Janan Ilir.
Menurut Elnatan, bukan soal ketersediaan air yang menjadi akar masalah, melainkan pada aspek pengelolaan yang belum optimal.
“Persoalan utamanya terletak pada pengelolaan. Di beberapa kawasan, layanan air bersih dikelola oleh pihak swasta, dan ini menimbulkan dinamika tersendiri,” ungkapnya. Jum’at (11/04/2025)
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda sebenarnya telah memasukkan program perluasan akses air bersih dalam rencana pembangunan jangka menengah.
“Wali Kota sudah menjanjikan, lima tahun ke depan seluruh masyarakat akan terlayani air bersih. Namun, realisasi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala,” jelasnya.
Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan anggaran dan belum meratanya jaringan pipa sekunder yang menjadi tulang punggung distribusi.
“Keluhan dari masyarakat terus kami terima, terutama dari kawasan pinggiran. Ini menjadi catatan penting bagi kami di Komisi III,” tambah Elnatan.
Sebagai langkah konkret, DPRD akan terus mendorong percepatan program ini melalui sinergi lintas sektor.
“Kami akan pastikan proyek ini berjalan sesuai dengan target. Kolaborasi antara pemerintah, PDAM, dan pihak swasta sangat dibutuhkan untuk mempercepat akses layanan air bersih bagi seluruh warga Samarinda,” tegasnya.
Upaya pemerataan distribusi air bersih menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat serta keberlanjutan pembangunan kota.(ADV/Rangga)






