nusantarakini.co , PPU – Anggota Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedy, menilai upaya Pemerintah Daerah dalam memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah berjalan, namun terbentur oleh realitas struktur ekonomi daerah yang stagnan.
Ia menyebut kondisi ini menyebabkan potensi pendapatan belum bisa berkembang secara optimal.
“Sebenarnya pemerintah daerah sudah melakukan untuk memaksimalkan PAD. Tetapi kondisi daerah kita ini, secara ekonomi perdagangan, ini kan begitu-begitu saja,” ujar Jhon.
Menurutnya, keterbatasan perputaran ekonomi di PPU membuat sektor-sektor yang seharusnya menjadi penopang PAD—seperti rumah makan, jasa perdagangan, dan industri kecil—tidak mampu berkembang signifikan.
Bahkan, ia mencontohkan kondisi rumah makan yang sekalipun dirancang nyaman dan menarik tetap kesulitan memperoleh pembeli jika harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan daya beli masyarakat.
“Misalnya rumah makan. Kalau itu dibuat enak dan nyaman, harganya juga akan lebih mahal. Tetapi pembelinya juga enggak ada,” katanya.
Jhon menjelaskan bahwa salah satu kendala utama dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha lokal adalah sempitnya pasar yang ada. Masyarakat di PPU didominasi penduduk lokal dengan pola konsumsi yang terbatas.
Sementara, geliat ekonomi yang lebih aktif justru sering datang dari orang luar yang bekerja di proyek-proyek tertentu dan hanya menetap sementara.
“Daya beli masyarakat yang kurang, karena daerah kita ini orang-orangnya itu-itu saja. Kalau pembeli warung makan itu kan kebanyakan orang-orang dari luar daerah,” tambahnya.
Fenomena ini, menurutnya, menggambarkan tantangan besar yang dihadapi oleh Pemda dalam menumbuhkan sektor-sektor yang bisa menjadi sumber PAD baru.
Ia menyebut, PPU tidak bisa hanya mengandalkan sektor konvensional seperti pajak restoran dan retribusi pasar, tanpa ada gebrakan untuk menciptakan basis ekonomi baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. (ADV)






