nusantarakini.co, PPU – Budidaya rumput laut di Penajam Paser Utara (PPU) memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi petani yang menjalankan usahanya di laut lepas. Risiko tanaman terbawa ombak sering kali menjadi kendala utama.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Sujiati, menyoroti pentingnya penerapan teknologi untuk membantu petani mengatasi masalah ini.
Selain itu, ia juga menggarisbawahi bahwa budidaya rumput laut di tambak memiliki keunggulan dari segi keamanan dan kemudahan perawatan dibandingkan di laut.
“Di beberapa daerah, sudah ada penerapan teknologi untuk mencegah rumput laut terbawa ombak, tetapi ini berbeda dengan budidaya di tambak,” ujar Sujiati.
Ia menjelaskan bahwa teknologi seperti penahan ombak atau sistem penambatan canggih telah digunakan di beberapa wilayah untuk melindungi tanaman rumput laut dari kerusakan.
Namun, menurutnya, budidaya di tambak memberikan solusi yang lebih sederhana dan efektif, terutama bagi petani yang ingin meminimalkan risiko.
Sujiati menilai bahwa perawatan rumput laut di tambak lebih mudah dibandingkan di laut, karena petani tidak perlu menghadapi kendala eksternal seperti ombak atau perubahan cuaca ekstrem.
“Untuk rumput laut tambak, perawatannya lebih mudah dibandingkan yang di laut, karena tidak perlu menjaga dari ombak,” katanya.
Dengan lingkungan yang lebih terkendali, tambak juga memungkinkan petani untuk fokus pada peningkatan kualitas tanaman. (NK/ADV/SR)






