NUSANTARAKINI.co, PPU – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menyoroti potensi besar sektor perikanan yang dimiliki wilayahnya sebagai sumber daya berlimpah yang dapat membawa manfaat luas bagi masyarakat. Ia menilai, kelebihan sumber daya ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat PPU.
“Dengan kondisi alam dan garis pantai yang cukup panjang, kita diberi anugerah untuk tumbuh kembang. Kalau itu sudah surplus, saya kira kita bisa membantu orang lain sebenarnya,” ujar Syahrudin.
Perhatian Syahrudin juga tertuju pada isu stunting di PPU. Menurutnya, keunggulan sumber gizi, protein, dan vitamin dari hasil laut PPU seharusnya bisa mengurangi angka stunting di daerah tersebut.
“Seharusnya tidak ada lagi stunting di PPU ini. Kita punya sumber daya alam yang cukup tinggi untuk mendukung gizi anak-anak,” tambahnya.
Ia juga menyinggung mitos yang beredar di masyarakat terkait konsumsi ikan pada anak-anak, yang seharusnya tidak perlu dikhawatirkan. Menurut Syahrudin, konsumsi ikan justru bermanfaat bagi kecerdasan anak.
“Dengan surplus sumber perikanan kita, kita bersyukur. Tinggal kita menjaga potensi pasar kita ini agar tidak terjadi ketidakadilan harga,” ungkapnya.
Syahrudin juga menekankan peran pemerintah pusat hingga daerah dalam menjaga kestabilan harga hasil perikanan. Menurutnya, pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) sangat penting untuk menjaga standar harga jual yang adil bagi nelayan.
“Ini kan tersandera nelayan kita. Perlu pemberdayaan, edukasi, dan pelatihan untuk membuat hasil olahan laut yang dikemas secara baik,” lanjutnya.
Syahrudin berharap pemerintah memberikan perhatian khusus dalam pengelolaan hasil laut, tidak hanya sebagai bahan baku tetapi juga sebagai produk olahan bernilai tinggi, seperti amplang, keripik, ikan asap, dan abon. Dengan demikian, potensi perikanan PPU, termasuk budidaya kepiting, bisa dimanfaatkan lebih maksimal.
“Para nelayan butuh pemberdayaan dan edukasi. Kita ingin hasil laut kita tidak hanya menjadi bahan baku utama, tetapi juga hasil olahan bernilai tinggi,” tutupnya. (Adv/DPRDPPU)






