NUSANTARAKINI.co, PPU – Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq Rahman, mengungkapkan keprihatinannya atas dugaan penyimpangan distribusi gas subsidi di Desa Rintik. Menurut Ishaq, alokasi gas untuk desa tersebut tidak sepenuhnya sampai ke tangan konsumen.
Dari jatah 600 tabung gas yang dialokasikan per bulan, hanya sekitar 470 hingga 497 tabung yang benar-benar diterima oleh masyarakat. Sisanya, yang berjumlah puluhan tabung, belum jelas keberadaannya.
“Contohnya di Desa Rintik, ada satu pangkalan dengan alokasi gas bulanan 600 tabung. Namun, ketika dicek, hanya sekitar 470-497 tabung yang benar-benar sampai,” ungkap Ishaq.
Ia mempertanyakan ke mana sisa tabung yang seharusnya diterima oleh masyarakat desa.
“Sisanya ke mana? Ini belum jelas. Mungkin diambil untuk operasi pasar atau dijual ke pihak lain,” tambahnya.
Ketua Komisi I ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pendistribusian gas subsidi. Menurutnya, dinas terkait perlu menyelidiki lebih lanjut dugaan penyimpangan tersebut.
Selama ini, kata Ishaq, pihak dinas belum melakukan penyelidikan mendalam terhadap agen atau pangkalan yang diduga nakal.
Ia menilai bahwa adanya celah dalam sistem distribusi bisa membuka peluang bagi pihak tertentu untuk memanfaatkan kuota gas yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat setempat.
Selain meminta dinas terkait untuk turun tangan, Ishaq juga berharap agar DPRD dapat dilibatkan dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di lapangan.
“Dinas sendiri belum melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang agen-agen yang nakal, tapi kami di DPRD ingin dilibatkan saat sidak, supaya bisa ikut mengawasi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keterlibatan DPRD dalam pengawasan langsung ini sangat penting untuk memastikan agar penyaluran gas subsidi berjalan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan. (Adv/DPRDPPU)






