nusantarakini.co, SAMARINDA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat tanggapan positif dari DPRD. Anggota Komisi III, Abdul Rohim, menyatakan dukungannya, dengan syarat kebijakan tersebut benar-benar berorientasi pada peningkatan kinerja ASN tanpa membebani anggaran daerah.
Menurut Rohim, SPBU khusus dapat menjadi solusi teknis untuk memastikan ASN tidak lagi memiliki alasan terlambat bekerja atau meninggalkan tugas hanya untuk mengisi bahan bakar.
“Saya setuju saja, asal ini menjadi garansi kinerja ASN semakin membaik. Jadi tidak ada lagi alasan terlambat atau meninggalkan pekerjaan hanya gara-gara mau isi BBM,” ujarnya, Jum’at (05/9/2025).
Ia menambahkan, jika kendaraan dinas digunakan ASN, maka sudah seharusnya dipastikan menggunakan bahan bakar non-subsidi.
Kebijakan ini lahir dari pengalaman antrean panjang di SPBU beberapa waktu lalu, meski saat ini antrean BBM sudah berkurang. Rohim menilai pembangunan SPBU khusus ASN tetap relevan selama tidak menelan anggaran besar.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menekankan pentingnya evaluasi agar kebijakan ini efektif meningkatkan disiplin ASN.
“Persoalan ini kan sifatnya muncul-tenggelam. Kalau memang dibuat, silakan saja, asalkan tidak membebani anggaran secara signifikan,” tegasnya.
Diketahui, Pemkot Samarinda telah beberapa kali menggelar rapat dengan pihak terkait untuk membahas rencana ini. Setidaknya ada lima titik lokasi yang masuk dalam kajian teknis, di antaranya Jalan HAMM Rifaddin, MT Haryono, dan Suryanata. (NK/ADV/Rangga)






