Ayub Dorong Pengembangan UMKM Kaltim Melalui Sektor Ekonomi Hijau

NUSANTARAKINI.co, SAMARINDA – Muhammad Husni Fahruddin, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar penting perekonomian masyarakat di Kaltim.

Hal ini karena ia menilai besarnya potensi sektor-sektor ekonomi lokal di Kaltim, mulai dari peternakan, perikanan, dan perkebunan, yang apabila dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

“UMKM adalah fondasi ekonomi daerah. Dengan menumbuhkan UMKM, masyarakat dapat berdaya secara ekonomi dan tidak terlalu bergantung pada arus ekonomi global yang cenderung fluktuatif,” ucap Ayub sapaannya, Minggu (10/11/2024).

Untuk mengakomodasi kebutuhan ini, Ayub melakukan serangkaian kunjungan reses ke berbagai titik di daerah pemilihannya, di antaranya Kukar dan Kota Bangun. Dalam kunjungan tersebut, ia mendengar langsung aspirasi dan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan usaha mereka.

Dari masukan yang diterimanya, ia berencana mengambil langkah strategis yang diharapkan dapat mendukung pemberdayaan UMKM di daerah. Salah satu langkah yang ia prioritaskan adalah penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan pelaku usaha, termasuk bibit pertanian, ternak, dan fasilitas budidaya perikanan.

Selain bantuan fasilitas, Ayub juga menekankan pentingnya pelatihan berjenjang bagi para pelaku UMKM, yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing sektor usaha. Menurutnya, peningkatan keterampilan di sektor peternakan, perkebunan, dan perikanan akan membantu masyarakat menjadi lebih profesional dalam mengelola bisnis mereka.

“Keterampilan yang relevan akan membuat usaha mereka lebih mandiri. Sehingga, penting juga bagi pelaku UMKM untuk memiliki keahlian khusus yang mendukung kegiatan usaha sehari-hari, sehingga usaha mereka dapat terus bertumbuh dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dirinya pun berharap Pemprov Kaltim juga turut memberikan dukungan dalam program pemberdayaan UMKM ini. Karena sangat penting dalam menciptakan sinergi antara program pemerintah daerah dan pusat, agar pengembangan UMKM di Kaltim dapat berjalan efektif dan mencapai sasaran yang diharapkan.

Ia optimis masyarakat Kaltim bisa lebih mandiri secara ekonomi dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan UMKM yang kuat, Ayub percaya bahwa masyarakat dapat mencapai kestabilan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Adv/DPRDKaltim)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Aris Nur Huda: Kaltim Siap Gelar Munas HIPMI XVIII Tahun 2026

    Aris Nur Huda: Kaltim Siap Gelar Munas HIPMI XVIII Tahun 2026

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun