nusantarakini.co, SAMARINDA – Bandara APT Pranoto Samarinda kini menjadi ruang promosi strategis bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Kalimantan Timur.
Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi antara Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Samarinda dengan pengelola bandara yang menyediakan etalase, sebagai bagian dari penguatan ekosistem UMKM daerah.
Ketua Bidang IX UMKM dan Kewirausahaan HIPMI Samarinda, Rahmad Sukarno, menyebut kerja sama ini membuka peluang nyata bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya pengunjung bandara. Produk-produk lokal ditampilkan dan dipromosikan melalui kanal media sosial hingga etalase khusus di area bandara.
“Bandara menjadi pintu masuk strategis. Kami ingin produk UMKM lokal dikenal oleh masyarakat yang datang dan pergi dari Samarinda, sekaligus menjadi buah tangan khas daerah,” ujarnya, Kamis (8/1/2025).
Pada tahap awal, tercatat sekitar 8 hingga 10 UMKM telah menitipkan produknya, mulai dari makanan olahan hingga kerajinan. Jumlah ini dinilai masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan penjaringan lanjutan yang dilakukan HIPMI Samarinda.
“Targetnya bukan hanya promosi, tapi memperluas pasar UMKM. Apalagi bandara ini sedang disiapkan menuju layanan internasional, sehingga peluang produk lokal dikenal wisatawan luar juga terbuka,” katanya.
Terpisah, Ketua Umum BPC HIPMI Samarinda, Aris Nur Huda mengatakan kerja sama ini merupakan bukti nyata kebermanfaatan untuk pelaku UMKM di Samarinda.
“Kami pun mengajak pelaku UMKM lainnya untuk bisa bergabung dalam kesempatan ini,” terangnya.
Keberadaan Bandara APT Pranoto yang diapit sejumlah daerah seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, hingga Kutai Timur, menjadikannya simpul promosi produk lintas wilayah. UMKM dari berbagai daerah di Kaltim berpeluang difasilitasi selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Kehadiran produk UMKM di bandara bukan hanya soal promosi, tetapi juga bentuk nyata keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah agar dapat naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memperkuat perekonomian daerah.
“Kami berharap langkah ini menjadi awal yang baik dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus medorong produk lokal daerah untuk naik kelas,” ungkap Aris.
Sementara itu, Kasi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara APT Pranoto Samarinda, Roslan, menyambut positif sinergi dengan HIPMI. Menurutnya, bandara berkomitmen menyediakan ruang bagi UMKM sebagai bagian dari penguatan citra produk lokal di Kaltim.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu berkeliling ke berbagai kabupaten hanya untuk mencari produk khas daerah. Di bandara, semuanya bisa ditemukan,” ucap Roslan.
Saat ini, pihaknya menyiapkan ruang khusus di lantai dua Bandara APT Pranoto Samarinda, yang sebelumnya dikelola Dekranasda, untuk memajang dan menjual produk UMKM. Produk yang dititipkan akan melalui proses seleksi, terutama terkait legalitas usaha, izin edar, serta sertifikasi halal.
“Kami memfilter produk yang sudah terdaftar, baik di BPOM maupun memiliki sertifikat halal MUI, agar konsumen merasa aman dan nyaman,” tegasnya.







