nusantarakini.co, PPU – Di balik capaian prestisius kontingen PPU di PEDA KTNA Kaltim, DPRD menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan. Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, meminta peserta tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga pengetahuan dan teknologi untuk diterapkan di daerah.
Sujiati menilai ajang PEDA KTNA bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang belajar bagi petani dan nelayan untuk menyerap inovasi baru. Ia berharap teknologi, metode uji tangkas, hingga percobaan benih pertanian yang dipelajari selama kegiatan dapat diterapkan di PPU untuk meningkatkan produktivitas lokal.
“Mudahan mereka dapat menyerap sebanyak-banyaknya ilmu, mulai dari teknologi, unjuk tangkas, dan percobaan benih-benih pertanian, yang ternyata berhasil di sana, itu dapat diimplementasikan di daerah sendiri,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penentuan peserta PPU untuk ajang tingkat nasional akan tetap melalui verifikasi resmi. Hal ini penting agar kontingen benar-benar diisi oleh peserta yang memiliki kemampuan dan kesiapan.
“Terkait dengan itu tetap ada verifikasi keberangkatan kontingen dari KTNA, yang tau persis Dinas Pertanian dan KTNA,” tutupnya.
Menurut Sujiati, pembinaan berkelanjutan menjadi penting agar prestasi di tingkat provinsi dapat ditingkatkan dan PPU mampu tampil lebih kuat di ajang nasional 2026.(ADV)








