nusantarakini.co, SAMARINDA – Potensi wisata Kota Tepian dinilai belum tergarap maksimal. Padahal, Samarinda memiliki kekayaan seni dan budaya yang bisa menjadi daya tarik wisatawan. Sayangnya, minimnya promosi membuat banyak kegiatan justru sepi perhatian publik.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai promosi pariwisata selama ini masih bersifat sporadis. Ia menekankan perlunya langkah lebih sistematis agar event seni dan budaya tidak hanya diketahui masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
“Kalau bicara potensi, Samarinda tidak kalah dengan kota lain. Tapi sayangnya, banyak event kita tidak terpublikasi dengan baik. Akhirnya, orang luar tidak tahu kalau ada kegiatan budaya di Samarinda,” ujarnya, Selasa (02/9/2025).
Viktor mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera menyusun kalender event wisata resmi yang dapat diakses luas. Kalender tersebut, menurutnya, harus dipublikasikan di ruang-ruang strategis, mulai dari hotel, restoran, bandara, terminal, hingga pusat perbelanjaan.
“Kalender event jangan hanya jadi dokumen di birokrasi. Harus bisa dilihat langsung oleh masyarakat maupun wisatawan. Jadi, setiap orang yang datang ke Samarinda tahu, minggu ini ada kegiatan apa saja,” jelasnya.
Ia mencontohkan daerah seperti Yogyakarta dan Bali yang berhasil mengemas promosi pariwisata lewat event budaya. Kunci keberhasilan, kata Viktor, terletak pada konsistensi serta penyebaran informasi yang merata, baik secara digital maupun fisik.
“Di Yogyakarta, promosi event bisa kita lihat di berbagai sudut kota. Samarinda juga bisa seperti itu, tentu dengan sentuhan budaya lokal kita sendiri,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menegaskan pariwisata tidak selalu identik dengan pembangunan infrastruktur besar. Sektor ini justru sangat bergantung pada pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan, salah satunya melalui akses informasi yang mudah.
“Kalender event yang dikelola dengan baik bisa jadi alat promosi efektif. Itu lebih cepat terasa dampaknya dibanding pembangunan fisik yang butuh waktu lama,” tegasnya.
Viktor bahkan membuka opsi agar DPRD bersama Pemkot Samarinda merumuskan regulasi khusus, seperti peraturan daerah (Perda), yang mewajibkan seluruh stakeholder pariwisata mulai dari hotel, kafe, hingga pelaku usaha ikut menampilkan informasi event budaya.
Dengan promosi yang lebih terbuka dan terintegrasi, ia optimistis sektor pariwisata Samarinda bisa tumbuh signifikan.
“Kalau kita jemput bola, perputaran ekonomi dari wisata bisa lebih cepat bergerak. Ini akan berdampak langsung pada pelaku UMKM, jasa, hingga seniman lokal,” pungkasnya. (NK/ADV/Rangga)






