Ekonomi Lemah, Judi Online, dan Pinjol Jadi Pemicu Tingginya Perceraian di Samarinda

 

nusantarakini.co , SAMARINDA – Tingginya angka perceraian di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai fenomena ini dipicu berbagai faktor, mulai dari persoalan ekonomi, sosial, hingga pengaruh gaya hidup modern yang kian kompleks.

“Akibat judi online, pinjol (pinjaman online), dan lain sebagainya. Tapi pada dasarnya pernikahan itu membutuhkan banyak faktor pendukung agar kuat dan bertahan,” ujar Sri Puji, Selasa (26/8/2025).

Menurutnya, faktor ekonomi menjadi penyebab paling dominan yang menggoyahkan rumah tangga. Tingginya angka pengangguran, termasuk lulusan sarjana yang belum terserap di dunia kerja, memperparah kondisi tersebut.

“Kekuatan ekonomi itu penting. Sekarang banyak pengangguran, bahkan lulusan sarjana S-1 saja lebih dari satu juta yang menganggur. Bagaimana yang tidak lulus S-1? Itu makin berat,” jelasnya.

Sri Puji menekankan bahwa ketika kondisi ekonomi terganggu, rumah tangga menjadi rentan terhadap konflik. Berbeda dengan faktor sosial yang masih bisa diredam, masalah ekonomi kerap berujung pada perceraian.

Selain itu, maraknya judi online dan pinjaman online juga memperburuk keadaan. “Kenapa orang pinjol, kenapa orang judi online? Karena ingin kehidupan lebih baik, meskipun jalannya salah,” tambahnya.

Ia menilai, pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap persoalan ini. Peningkatan keterampilan masyarakat, program vokasi, hingga pengembangan UMKM disebut sebagai solusi strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga.

“UMKM harus dikembangkan, lalu juga sosialisasi pentingnya ketahanan keluarga. Jangan ada pernikahan usia anak, jangan ada kehamilan di luar nikah,” tegasnya.

Fenomena perceraian di Samarinda, kata Sri Puji, menjadi bukti bahwa ketahanan keluarga tidak hanya dipengaruhi faktor sosial, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi ekonomi dan gaya hidup masyarakat. Karena itu, dibutuhkan intervensi terpadu dari pemerintah dan peran aktif masyarakat untuk menekan angka perceraian di Kota Tepian. (NK/ADV/Rangga)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang