Minimnya Data Pekerja IKN di Sepaku Dinilai Wajar, DPRD: Mereka Hanya Tinggal Sementara

nusantarakini.co, PPU – Meningkatnya aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku tidak serta merta berdampak pada lonjakan angka kependudukan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Anggota Komisi I DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani, menilai rendahnya angka pencatatan penduduk non permanen, terutama dari kalangan pekerja IKN, merupakan hal yang bisa dipahami.

“Kalau melihat datanya, memang hanya puluhan yang tercatat sebagai penduduk non permanen. Tapi itu karena banyak dari mereka datang untuk bekerja sementara dan memilih tidak menetap di PPU. Itu murni pilihan mereka,” ujarnya, Selasa (29/4/2025).

Bijak menjelaskan bahwa sebagian besar pekerja IKN datang dengan kontrak kerja jangka pendek. Faktor ini membuat mereka enggan untuk mengurus pencatatan sebagai penduduk non permanen, apalagi jika masa kerja mereka hanya berlangsung beberapa bulan.

Menurutnya, meskipun ribuan pekerja terus berdatangan ke wilayah Sepaku, pertumbuhan penduduk secara administratif di PPU masih terkendali.

“Selama ini kurva pertumbuhan penduduk kita masih on track. Tidak ada lonjakan signifikan yang harus dikhawatirkan secara administratif,” jelas Bijak.

Ia menambahkan, kecenderungan akan berbeda jika kelak tersedia lebih banyak lapangan kerja yang bersifat jangka panjang. Dalam kondisi itu, para pekerja kemungkinan besar akan mulai menetap dan mendaftarkan diri sebagai penduduk tetap di PPU.

“Kalau pekerjaannya bersifat jangka panjang, saya yakin mereka akan mempertimbangkan untuk menjadi penduduk tetap. Tapi saat ini, kita tidak bisa memaksakan hal itu,” tutupnya. (ADV)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang