nusantarakini.co, PPU – Penanganan sampah rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai belum optimal. Anggota Komisi III DPRD PPU, Adjie Noval Endyar, mengingatkan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat tidak pasif dalam menyuarakan kebutuhan penguatan armada pengangkut sampah.
Menurutnya, langkah proaktif harus datang dari internal dinas teknis sendiri, bukan sekadar menunggu instruksi.
“Sebenarnya harus lebih kencang lagi dari kadis-nya itu meminta kepada Bupati atau Wakil Bupati agar menambah lagi untuk armada sampah,” ujar Adjie Noval dalam keterangannya.
Ia mencontohkan kondisi di Desa Giri Mukti, yang menurutnya patut dijadikan acuan karena sistem pengelolaan sampahnya berjalan cukup terstruktur.
Di sana, kesadaran warga untuk menyediakan tempat sampah di tiap rumah telah terbentuk, bahkan didukung dengan sistem pengangkutan terjadwal dua kali dalam sehari di masing-masing dusun.
“Contohnya gini aja lah. Kalau sebenarnya enggak mau susah masuk-masuk ke dalam rumah, kayak di Giri Mukti aja. Jadi, setiap rumah itu ada tong sampah,” kata Noval.
“Coba perhatikan itu di Giri Mukti. Setiap rumah itu ada tong sampah dan itu ada tiga dusun. Satu dusun itu dua kali pengangkutan sampah,” sambungnya.
Menurutnya, pola seperti inilah yang bisa diadopsi di kawasan permukiman lain di PPU jika didukung dengan jumlah armada yang memadai. Namun, hingga kini, ia melihat DLH masih terlalu pasif menyuarakan kebutuhan riil di lapangan kepada kepala daerah.
Padahal, jika pendekatan dilakukan secara aktif dan argumentatif, ia yakin Pemkab bisa merespons dengan menyiapkan tambahan armada melalui anggaran perubahan atau tahun berjalan. (ADV)






