Thohiron Ajak Pemerintah Tak Ragu Jadi Pemantik Kerja Bakti

nusantarakini.co, PPU – Kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, membersihkan fasilitas umum, hingga menghidupkan kembali kerja bakti sebenarnya bukan hal yang hilang. Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, meyakini budaya gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Yang langka, kata dia, adalah keberanian pemimpin untuk memulai dan memantik semangat itu dari atas.

“Sekarang dimulai saja, Bupati kerja bakti misalnya. Tetapkan hari kerja bakti kabupaten, di mana setiap Sabtu misalnya wajib semua. Buat saja teken, selesai,” ujar Thohiron.

Menurutnya, pendekatan administratif seperti surat edaran atau penetapan hari kerja bakti bukanlah hal sulit. Kuncinya bukan pada regulasi, melainkan keteladanan. Jika kepala daerah dan jajarannya ikut turun tangan, maka masyarakat akan mengikuti. Sebaliknya, jika hanya berupa imbauan tanpa kehadiran langsung pemimpin, semangat partisipasi akan menguap begitu saja.

“Jadi harus betul-betul dipantau dan betul-betul Bupatinya turun dan jajarannya untuk memastikan jajaran yang diteken itu berjalan,” tegas Thohiron.

Ia meyakini bahwa masyarakat Indonesia, termasuk warga PPU, pada dasarnya mudah diajak bergotong royong. Tidak perlu konsep rumit, tidak perlu anggaran besar. Bahkan urusan konsumsi saat kerja bakti pun bisa diatasi secara sederhana dan penuh keakraban.

“Enggak ada yang susah. Masyarakat kita itu gampang. Untuk snack dan lainnya, yah masyarakat bisa buat cemilan seperti ubi dan kacang. Mudah. Yang terpenting ada yang mau memulai dan mau repot,” katanya.

Pandangan ini disampaikan Thohiron di tengah melemahnya semangat kolektif yang dulu menjadi kekuatan utama di kampung-kampung. Menurutnya, gejala apatisme sosial bukan karena masyarakat berubah jadi cuek, melainkan karena tidak ada lagi pemantik semangat yang kuat dari atas. Ketika pejabat enggan turun tangan, masyarakat pun merasa dibiarkan dan akhirnya bersikap pasif.

“Orang Indonesia itu paling gampang dan guyub. Tinggal ada yang mau memantik itu. Itu sekarang yang lagi langka,” ujarnya. (ADV)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang