nusantarakini.co, PPU – Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menyoroti persoalan distribusi air bersih di Kecamatan Waru yang dinilai masih belum merata.
Meskipun sejumlah kemajuan telah dicapai dalam aspek infrastruktur dan pelayanan, Syahrudin menekankan pentingnya pemerataan distribusi hingga ke seluruh rumah tangga di wilayah tersebut.
“Dari sekian penduduk itu mungkin masih ada yang belum terdistrubusikan air bersih,” kata Syahrudin saat ditemui di sela kegiatan monitoring pembangunan infrastruktur dasar, pekan ini.
Menurutnya, ketersediaan air bersih adalah hak dasar yang harus terpenuhi secara adil di setiap wilayah, termasuk di Waru yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis pertumbuhan penduduk dan sentra aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia mengakui bahwa pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah perbaikan, namun distribusi di beberapa titik masih belum menjangkau secara menyeluruh.
Syahrudin menyebutkan bahwa salah satu kemajuan signifikan dalam layanan air bersih di Waru adalah peningkatan sistem kelistrikan pada fasilitas pengelolaan air.
Dulu, instalasi pengolahan air bersih di wilayah ini masih mengandalkan genset untuk menggerakkan pompa air, yang membatasi jam operasional dan berdampak pada keterbatasan pasokan.
“Yang jelas lewat aspirasi saya itu kemarin power plannya yang awalnya pakai genset, kalau sekarang sudah PLN. Kalau dulu jalannya siang saja, sekarang 24 jam. Saya kira ini ada kemajuan,” ujar Syahrudin.
Ia menjelaskan bahwa kini fasilitas pengolahan air bersih di Waru telah terkoneksi secara penuh dengan jaringan listrik PLN, memungkinkan operasional berjalan selama 24 jam. Hal ini secara teknis meningkatkan kapasitas distribusi dan kontinuitas layanan ke masyarakat, terutama di jam-jam kebutuhan tinggi. (ADV)






