Jalan Tanah di Babulu Perlu Diperbaiki Jika Ingin Serius Jadi Lumbung Pangan

 

nusantarakini.co, PPU – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan di wilayah Babulu yang dinilai belum sepenuhnya mendukung cita-cita daerah sebagai lumbung pangan.

Ia menyebut masih banyak ruas jalan yang berupa tanah dan belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah, padahal Babulu telah menjadi sentra produksi pertanian utama di PPU.

“Jalan di beberapa titik kan masih ada jalan tanah, itu juga perlu peningkatan,” kata Syahrudin saat ditemui pekan ini.

Menurutnya, jalan tanah yang masih tersebar di sejumlah titik di wilayah pertanian Babulu sangat memengaruhi kecepatan dan efektivitas distribusi hasil pertanian, terutama padi.

Ketika musim panen tiba, banyak petani kesulitan mengangkut hasil karena akses jalan yang rusak atau becek saat musim hujan. Hal ini mengakibatkan ongkos angkut meningkat dan menurunkan daya saing petani di tingkat pasar.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa infrastruktur jalan merupakan bagian penting dari ekosistem pertanian yang tak bisa dipisahkan dari proses produksi dan distribusi. Menurutnya, tidak cukup hanya memfokuskan bantuan pada bibit dan pupuk jika jalur distribusi hasil panen menuju pasar tetap dibiarkan dalam kondisi rusak.

“Kalau kita sudah membranding Babulu sebagai lumbung pangan yah harus kita perbaiki dari hulu sampai ke hilir agar distribusi pangan atau padi tepat dan cepat,” ujarnya.

Syahrudin menyatakan bahwa selama ini semangat menjadikan Babulu sebagai lumbung pangan memang sudah mulai dibangun, baik dari sisi produksi maupun program pendampingan. Namun tanpa dukungan infrastruktur yang layak, hasil pertanian yang melimpah pun tidak akan memberikan keuntungan maksimal kepada petani.

Ia juga menyoroti pentingnya komitmen politik anggaran untuk mendukung peningkatan akses jalan di daerah-daerah pertanian. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyusun skema pembiayaan yang memprioritaskan pembangunan jalan usaha tani, termasuk jalan-jalan penghubung antar desa yang menjadi jalur distribusi logistik pertanian. (ADV)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang