nusantarakini.co, SAMARINDA – Ketegangan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Samarinda menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Adnan Faridhan, memberikan pandangannya. Ia menyebut hanya akan memberikan rekomendasi dan masukan. Di mana, perlunya dipilah antara Ormas dan tindakan premanisme, karena itu dua hal yang berbeda.
“Kalau ada ormas yang melakukan aksi premanisme, saya rasa bisa dicabut izinnya. Harusnya gitu loh, karena ada pidana di situ kan, seperti itu,” tegas Adnan kepada awak media.
Ia juga menyinggung insiden yang belakangan terjadi antara Satpol PP dan ormas yang sempat menimbulkan ketegangan di lapangan. Namun, Adnan memastikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik.
“Ternyata ada kesalahpahaman terkait masalah penertiban bendera kalau nggak salah. Tapi setelah itu, hari itu juga diselesaikan dengan kepala dingin di kantor Wali Kota. Itu yang saya tahu,” jelasnya.
Politisi muda dari Partai Golkar ini juga mengingatkan pentingnya profesionalisme seluruh elemen, baik aparat penegak perda maupun organisasi masyarakat dalam menjalankan peran masing-masing.
Adnan berharap kejadian serupa tidak terulang, dan semua pihak bisa menjaga stabilitas sosial serta menjalankan perannya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. (ADV/Saddam)






