nusantarakini.co, SAMARINDA – Kasus kendaraan mogok usai mengisi bahan bakar jenis Pertamax yang ramai dikeluhkan warga Samarinda dan Balikpapan di media sosial, mendapat sorotan tajam dari DPRD Kota Samarinda.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera mengambil langkah konkret dengan membentuk tim investigasi independen yang melibatkan unsur profesional dan netral.
“Pemkot harus membentuk tim investigasi yang netral dan melibatkan pihak-pihak profesional seperti akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga aparat penegak hukum,” tegas Rohim. Minggu
(13/04/2025)
Ia menekankan pentingnya pembuktian secara ilmiah dan menyeluruh di lapangan, agar kasus ini tidak dianggap sepele dan berulang di masa mendatang.
“Kita butuh pembuktian ilmiah di lapangan. Pemeriksaan harus komprehensif, dan jangan anggap remeh masalah ini,” lanjutnya.
Rohim juga menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen BBM.
“Hasil penyelidikan harus diumumkan ke publik secara terbuka. Ini penting agar masyarakat tahu kebenarannya dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” tandasnya.
Sebelumnya, keluhan terkait kendaraan mogok usai mengisi BBM Pertamax mencuat dan menyebar di media sosial, mengundang keprihatinan luas. Dugaan sementara mengarah pada kualitas BBM yang dipertanyakan, meski belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina. (ADV/Rangga)






