nusantrakini.co, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyampaikan keprihatinannya atas absennya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda dalam rapat pembahasan sektor pariwisata.
Menurutnya, kehadiran pejabat tersebut sangat krusial untuk memastikan kelancaran pengelolaan dan pengawasan di sektor yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan kota.
“Saya menyanyangkan sikap Kadisporapar yang tidak pernah hadir dalam rapat komisi. Sejak saya menjabat di Komisi II, saya tidak pernah melihat kepala dinasnya datang,” ujarnya Rabu (21/03/2025)
Ia menyoroti bahwa penggabungan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata berdampak pada terabaikannya sektor pariwisata.
“Karena dinas ini bergabung dengan pemuda dan olahraga, pariwisata jadi terabaikan. Masa dari Rp64 miliar, hanya Rp4 miliar yang dialokasikan ke pariwisata? Gimana mau maju kalau begini?” tegasnya,
Iswandi menambahkan bahwa selama satu tahun, alokasi untuk sektor pariwisata hanya mencapai Rp4 miliar, sebuah angka yang menurutnya timpang jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan sektor tersebut.
“Kita harus berdiskusi ulang, jika perlu, pisahkan saja pariwisata dari dinas ini,” pungkasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di tengah upaya penyusunan Raperda untuk mendukung sektor wisata, realisasi anggaran yang minim justru menciptakan kontradiksi.
“Di satu sisi, kami sedang menyusun Raperda untuk mendukung sektor wisata, tapi di sisi lain, anggarannya justru minim. Ini sangat kontradiktif,” tambahnya.
Iswandi mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi, sehingga potensi pariwisata di Samarinda dapat dikembangkan secara maksimal dan mendukung pertumbuhan ekonomi kota. (ADV/Ryan)






