nusantarakini.co , SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyoroti banyaknya proyek pembangunan jalan di kota ini yang tidak didukung dengan sistem drainase yang memadai. Akibatnya, banyak jalan cepat mengalami kerusakan buntut dari genangan air yang terus-menerus mengikis permukaan jalan.
“Siklus seperti ini harus segera diputus dengan perencanaan yang lebih matang dan pengawasan yang lebih ketat,” ujar Anhar. Rabu (20/03/2025)
Ia menilai bahwa tanpa perencanaan yang baik, perbaikan jalan akan terus berulang dan menghabiskan anggaran tidak efisien.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan di Samarinda masih belum optimal. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur dilengkapi dengan sistem drainase yang baik agar daya tahan jalan lebih lama.
“Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk proyek lain malah habis untuk memperbaiki jalan yang tidak bertahan lama,” tegasnya.
Selain itu, kurangnya pengawasan pun menjadi sorotannya. Yakni terhadap proyek-proyek infrastruktur yang membuat kontraktor bekerja tanpa standar kualitas yang jelas.
“Pengawasan harus lebih ketat agar kontraktor tidak bekerja asal-asalan. Pemerintah juga harus memberikan sanksi tegas kepada kontraktor yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” lanjut Anhar.
DPRD Samarinda berharap adanya evaluasi mendalam terhadap proyek jalan yang telah berjalan maupun yang akan datang. Dengan demikian, anggaran pembangunan dapat digunakan secara lebih efisien dan infrastruktur kota menjadi lebih tahan lama. (ADV/Ryan)






