Pemangkasan Anggaran Pembangunan Dinilai Dewan Samarinda Berimbas ke Banyak Sektor

nusantakini.co, SAMARINDA – Presiden Prabowo Subianto melakukan efisiensi dengan memangkas anggaran besar-besaran yang dimiliki oleh kementerian/lembaga di tingkatan pusat. Terbesar ada pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yakni sebesar Rp81,38 triliun.

Menyangkut hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim menyebut kebijakan efisiensi tersebut tidak hanya berimbas pada sektor infrastruktur, tetapi juga berdampak luas ke berbagai sektor lainnya.

“Ini merupakan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan di Kementerian PU, tetapi juga hampir di semua sektor,” jelas Rohim, Senin (18/03/2025)

Ia menilai pengurangan anggaran ini berpotensi memperlambat beberapa proyek infrastruktur di daerah, termasuk di Samarinda. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda diharapkan lebih aktif dalam mencari solusi pembiayaan alternatif agar pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.

“Pemkot harus aktif berkoordinasi dalam mencari sumber pembiayaan yang tersedia, sehingga dapat menentukan prioritas pembangunan yang paling mendesak,” terangnya.

Lebih lanjut, Rohim mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar proyek di Samarinda masih mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dana bagi hasil dari pemerintah pusat. Dengan adanya pemangkasan anggaran ini, menurut dia, diperlukan evaluasi lebih lanjut terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan.

“Saya belum menganalisis dampaknya secara menyeluruh, tetapi melihat kondisi saat ini, sebagian besar proyek memang menggunakan APBD dan dana bagi hasil,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa DPRD Samarinda akan terus mengawasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pembangunan di kota ini tidak terhambat akibat kebijakan efisiensi anggaran tersebut. (ADV/Ryan)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang