NUSANTARAKINI.co, PPU – Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq Rahman, menyoroti ketidakoptimalan distribusi gas bersubsidi di wilayahnya dan menyebut bahwa solusi jangka pendek berupa operasi pasar dan inspeksi mendadak (sidak) menjadi upaya yang perlu digencarkan untuk sementara.
Meskipun begitu, ia menilai adanya kendala serius dalam integrasi data antaragen yang membuat pengawasan distribusi kurang efektif.
“Untuk sementara, solusinya adalah melakukan operasi pasar dan sidak,” ujar Ishaq.
Menurutnya, dengan operasi pasar dan sidak, pihak berwenang bisa memantau dan mengendalikan jalannya distribusi gas di lapangan agar tepat sasaran.
Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya memecahkan masalah karena lemahnya sistem data antaragen yang tidak saling terkoneksi.
Ishaq mengungkapkan bahwa tiap agen memang memiliki aplikasi khusus untuk melaporkan distribusi ke pangkalan masing-masing.
Namun, aplikasi tersebut hanya mencakup data dari agen terkait, tidak terkoneksi dengan agen-agen lainnya, sehingga mempersulit pemantauan distribusi secara keseluruhan.
“Tapi masalahnya, data yang ada di agen-agen itu kurang terintegrasi,” ujarnya. Ia melihat bahwa sistem pelaporan yang terfragmentasi ini menyebabkan lemahnya pengawasan terhadap pergerakan distribusi gas dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya.
Menurut Ishaq, tanpa adanya integrasi data antaragen, upaya pemerintah dalam mengontrol distribusi gas melalui sidak atau operasi pasar tidak akan maksimal.
Terlebih, data yang ada saat ini belum memberikan gambaran yang akurat mengenai jumlah dan distribusi gas di setiap pangkalan.
Kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi yang berimbas pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (Adv/DPRDPPU)






