DPRD PPU Pertimbangkan Penyesuaian Anggaran Program Makanan Bergizi, Mengacu Kondisi Daerah

NUSANTARAKINI.co, PPU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini sedang membahas opsi penyesuaian anggaran per anak dalam program makanan bergizi, dengan tujuan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi harga lokal di PPU.

Program makanan bergizi yang digagas di tingkat nasional ini menuai perhatian khusus dari DPRD, karena menyangkut kebutuhan dasar bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menyatakan bahwa langkah penyesuaian anggaran ini penting agar program tersebut dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan, tanpa terkendala oleh ketidaksesuaian anggaran dengan kondisi pasar setempat.

“Dinas yang akan mengampu program ini belum pasti, namun kami tetap menyiapkan anggarannya. Apakah nanti akan ada sharing antara pusat dan daerah, kami masih menunggu regulasi yang dibuat,” jelas Raup.

Ia menegaskan bahwa DPRD PPU mendukung penuh program nasional ini dan siap berkontribusi dalam pembiayaan, menyesuaikan dengan kondisi lokal yang ada.

Di tengah wacana nasional tentang besaran anggaran Rp15.000 per anak untuk makanan bergizi, DPRD PPU berencana meninjau ulang apakah angka tersebut relevan jika diterapkan di PPU, mengingat perbedaan harga dan ketersediaan bahan pangan antara daerah dan pusat.

“Ada kabar simpang siur mengenai anggaran Rp15.000 per anak untuk makanan bergizi di tingkat nasional,” ungkap Raup.

Menurutnya, jika program ini diterapkan di wilayah PPU, diperlukan pertimbangan lebih jauh agar alokasi dana sesuai dengan realitas ekonomi di daerah.

Selain itu, Raup menjelaskan bahwa penggunaan sumber daya lokal akan diprioritaskan dalam penyusunan program ini. Pemanfaatan bahan pangan lokal diyakini dapat menekan biaya program sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.

“Kalau program ini diterapkan di daerah, kami akan menyesuaikan dengan kondisi harga di sini,” tambahnya.

Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, program makanan bergizi diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, seperti peningkatan pendapatan petani atau pemasok pangan dari daerah. (Adv/DPRDPPU)

  • Related Posts

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    nusantarakini.co, SAMARINDA – Polemik akses jalan di Perumahan STV, Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara, kembali mengemuka. Warga hingga kini masih menggunakan jalur yang melintasi tanah pribadi, sementara…

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    nusantarakini.co, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti panjangnya persoalan akses jalan menuju Perumahan STV di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara. Selain status lahan yang bukan milik pemerintah, persoalan ini semakin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    HIPMI Samarinda Gandeng Bandara APT Pranoto Perluas Pasar UMKM Lokal

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Akses Jalan Perumahan STV Samarinda, DPRD Usulkan Skema Hibah Lahan sebagai Solusi

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Polemik Perumahan STV Batu Cermin, Akses Jalan Buntu Sampai Izin Bermasalah

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    Adnan Sosialisasikan Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    APBD Samarinda 2026 Sebesar Rp3,18 Triliun

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang

    Samri Lakukan Pelepasan Peserta Kegiatan Pembinaan Generasi Muda di Samarinda Seberang