NUSANTARAKINI.co, PPU – Wakil Ketua II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menyampaikan harapannya agar masalah yang terjadi pada aplikasi pendaftaran CPNS segera diperbaiki.
Menurutnya, masalah teknis pada aplikasi pendaftaran yang dikelola oleh pemerintah pusat dapat mengurangi semangat dan kepercayaan putra-putri daerah dalam mengikuti seleksi.
Ia menekankan pentingnya keadilan dalam proses pendaftaran dan mendorong pemerintah untuk bertindak cepat memperbaiki aplikasi tersebut, demi menjaga integritas dan semangat persaingan sehat bagi para calon peserta.
“Besar harapan kalau aplikasi bermasalah segera diperbaiki, agar asas keadilan bisa terjaga dan ada rasa kepercayaan kepada putra dan putri daerah yang mau mendaftar,” ujar Andi.
Ia menyadari bahwa dalam sistem penerimaan CPNS yang berskala nasional, kepercayaan publik terhadap mekanisme yang berlaku sangat penting.
Jika terjadi gangguan teknis seperti ini, menurutnya, pemerintah pusat harus bergerak cepat untuk mengatasi dan memperbaiki masalah tersebut agar proses seleksi berjalan adil dan transparan.
Andi juga menegaskan bahwa semangat putra-putri daerah untuk bersaing dalam seleksi CPNS harus terus didorong.
“Kalau anak-anak kita yang pintar dan mau mendaftar punya semangat. Oh ternyata kalau mau menjadi CPNS itu, kalau ada kelebihan dan kepintaran bisa diterima oleh pemerintah pusat,” lanjutnya.
Ia berharap agar melalui perbaikan sistem pendaftaran, putra-putri daerah PPU tetap optimis dan bersemangat untuk ikut berkompetisi dalam seleksi CPNS, yang memang terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali.
Permasalahan teknis yang terjadi pada aplikasi pendaftaran CPNS telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan calon peserta, termasuk mereka yang berasal dari PPU. Banyak di antara calon pelamar merasa kesulitan mengakses aplikasi atau mengunggah dokumen yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran.
Hal ini tidak hanya menimbulkan frustrasi, tetapi juga memicu rasa tidak adil di kalangan putra-putri daerah yang merasa bahwa peluang mereka menjadi CPNS semakin tertutup oleh masalah teknis yang sebenarnya bisa dicegah jika sistemnya lebih baik. (Adv/DPRDPPU)






