NUSANTARAKINI.co, PPU – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menyoroti penundaan penyaluran beasiswa yang disebabkan oleh belum selesainya perbaikan regulasi.
Yusuf, mengungkapkan bahwa perbaikan regulasi ini seharusnya tidak memerlukan waktu lama jika pemerintah mengerjakannya dengan serius.
Menurutnya, masalah ini bisa diselesaikan hanya dalam waktu dua atau tiga hari, asalkan ada komitmen yang jelas dari pihak pemerintah.
“Kalau beasiswa tertunda hanya karena regulasi, saya rasa itu masalah yang seharusnya mudah diselesaikan,” ujar Yusuf dengan tegas.
Ia mengkritik lambatnya proses penyelesaian regulasi yang menghambat penyaluran beasiswa bagi mahasiswa dan pelajar di PPU. Beasiswa ini sangat penting bagi mereka yang bergantung pada bantuan keuangan tersebut untuk melanjutkan pendidikan mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.
Yusuf menegaskan bahwa selama ini, program beasiswa di PPU berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Namun, tahun ini, penyaluran beasiswa terhenti karena pemerintah daerah belum menyelesaikan regulasi yang diperlukan.
“Selama ini kan, beasiswa berjalan lancar-lancar saja. Saya juga baru tahu kalau tahun ini beasiswa tidak ada atau belum dijalankan, padahal biasanya beasiswa lancar-lancar saja,” jelasnya.
Situasi ini menjadi perhatian serius bagi DPRD karena banyak mahasiswa dan pelajar yang kini menunggu kejelasan kapan beasiswa mereka akan disalurkan.
Penundaan penyaluran beasiswa ini tidak hanya berdampak pada mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial, tetapi juga mempengaruhi jalannya proses pendidikan secara keseluruhan.
Banyak mahasiswa yang kini merasa cemas dan tidak yakin apakah mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa bantuan beasiswa. (Adv/DPRDPPU)






