NUSANTARAKINI.co , PPU – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menyoroti lambatnya pelaksanaan program beasiswa di tahun ini. Menurutnya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana proses pendaftaran sudah dimulai pada bulan Maret, hingga saat ini program beasiswa masih belum berjalan.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi DPRD, mengingat beasiswa merupakan salah satu program penting yang membantu meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda di PPU.
“Beasiswa kita di tahun ini kebetulan belum berjalan, sementara di tahun-tahun sebelumnya kan di bulan Maret sudah ada proses pendaftaran beasiswa dan lain sebagainya,” ungkap Andi Muhammad Yusuf saat ditemui di kantor DPRD PPU.
Menurutnya, keterlambatan ini bisa berdampak pada para pelajar dan mahasiswa yang sangat bergantung pada beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka. Banyak di antara mereka yang membutuhkan dukungan finansial untuk biaya kuliah, uang saku, hingga kebutuhan akademik lainnya.
Andi menekankan bahwa pemerintah daerah perlu segera melakukan akselerasi dalam proses regulasi yang mengatur penyaluran beasiswa tersebut.
“Nah, kalau menurut saya, pemerintah daerah memang perlu melakukan akselerasi atau percepatan terkait regulasi yang sedang digodok,” ujarnya.
Ia menilai bahwa masalah regulasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, mengingat pentingnya beasiswa bagi pendidikan di PPU. Pemerintah harus segera menuntaskan regulasi agar proses pendaftaran dan penyaluran beasiswa bisa dilakukan secepat mungkin.
Beasiswa, menurut Andi, adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di PPU. Melalui beasiswa, pemerintah berupaya untuk mencetak generasi muda yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Oleh karena itu, program ini tidak boleh dianggap remeh, dan segala hambatan yang menghalangi pelaksanaannya harus segera diatasi. (Adv/DPRDPPU)






