NUSANTARAKINI.co, PPU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Ishaq Rahman. Proses sosialisasi pemindahan pasar di Kecamatan Waru menghadapi sejumlah tantangan yang cukup signifikan. Meskipun pemerintah telah melakukan upaya untuk mengkomunikasikan rencana pemindahan pasar, resistensi dari pedagang dan kebiasaan masyarakat yang sulit diubah menjadikan sosialisasi ini kurang efektif.
Hal ini diungkapkan oleh Ishaq Rahman, yang menilai bahwa ada faktor-faktor kultural yang mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap rencana tersebut.
“Ini ibaratnya seperti kalau kita diajak ke masjid, orang lebih suka ke tempat hiburan daripada masjid. Jadi, dominannya belok ke kiri,” ujar Ishaq.
Ia menjelaskan bahwa kecenderungan masyarakat untuk tetap menggunakan lokasi pasar yang ada saat ini menjadi hambatan tersendiri bagi pemerintah dalam menjalankan rencana pemindahan.
Ishaq menegaskan bahwa meskipun pemerintah berusaha keras untuk melakukan sosialisasi, tetap ada kesulitan yang dihadapi, terutama terkait dengan ketidakmauan pedagang untuk berpindah lokasi.
“Nah, kalau saya pikir, pemerintah mau sosialisasi seperti apapun tetap agak kesulitan karena pedagang yang menempati enggak mau,” katanya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa keberhasilan sosialisasi sangat bergantung pada partisipasi aktif para pedagang dan masyarakat.
Untuk meningkatkan efektivitas sosialisasi, Ishaq menyarankan agar pemerintah daerah mengadakan pertemuan terbuka dengan pedagang dan masyarakat.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi forum untuk mendiskusikan rencana pemindahan pasar secara detail, termasuk potensi keuntungan dan kerugian yang mungkin dihadapi. (Adv/DPRDPPU)






